Esperanto diciptakan oleh Dr. Ludwik Zamenhof yang berasal dari Bialystok pada tahun 1887.
Keadaan Bialystok pada saat itu tidak harmonis. Karena penduduknya terbagi menjadi beberapa etnis (Polandia, Rusia, Jerman, dll.) yang tidak bisa hidup rukun bersama di satu kota.
Diciptakanlah bahasa Esperanto sebagai bahasa yang diharapkan bisa menjembatani komunikasi orang-orang dari latar belakang yang berbeda-beda.
Pada tahun 1954, lewat Resolusi Montevideo, UNESCO mengakui Esperanto sebagai bahasa bantu internasional.
Dengan penggunaan internet yang mendunia, Esperanto sekarang menjangkau seluruh masyarakat dunia dengan hadir di aplikasi-aplikasi populer seperti Google Terjemahan dan Duolingo. Wikipedia bahasa Esperanto juga kini memiliki lebih dari 382.000 artikel, mengungguli Wikipedia bahasa Uzbek, Armenia, dan Denmark.
Diperkirakan ada sekitar 63.000 penutur aktif bahasa Esperanto di seluruh dunia. Setiap tahunnya, kami bertemu di kongres-kongres Esperanto seperti Kongres Esperanto Dunia (Universala Kongreso, atau UK), dan Kongres Pemuda Esperanto Internasional (Internacia Junulara Kongreso, atau IJK). Setiap tahunnya juga diadakan Kongres Esperanto Daring (Virtuala Kongreso) semenjak tahun 2020.